Minggu, 13 Januari 2013

Ahli Kubur Bisa Mendengar Doa


Hb. Lutfi:Ahli Kubur Bisa Mendengar Doa

Tanya Jawab dengan Habib Lutfi,- Al Kisah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pada tanggal 12 Juni 2005 saya diajak ke makam Syeikh Subakir di Gunung Tidar, Magelang, oleh guru saya, K.H. Syekh Abdul Jalail bin Thoyyib Assa'id (Gus Jalil), Kudus. Beliau membaca berbagai bacaan yang selalu diikuti jemaah. Antara lain, Salamullah ya sadah dan seterusnya, Al-Fatihah, Yasin, Al-Wáqi'ah, Asma al-Husna, tahlil, kemudian ditutup dengan bacaan Maulid, dengan Asyraqal kaunubtihajah dan seterusnya. Adakah dasar-dasarnya amalan tersebut? Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

K.A. Rifai 



Jawaban:

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Doa para alim ulama dalam ziarah kubur pasti ada dasar-dasarnya. Ketakutan seorang ulama itu kepada Allah (Swt) sangat tinggi. Jadi mereka tidak mau berbuat sesuatu yang mengada-ada, yang tidak ada dasarnya, yang mengundang pertanggungjawaban di hari Kemudian. 

Contoh, mengambil sepotong ayat, "Dan Tuhanmu berfirman,
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS Al-Mukmin: 60).

Lalu bab perintah ziarah kubur dalam Hadist, "Dahulu aku melarang kamu ziarah kubur, sekarang berziarahlah." Namun banyak orang yang memotong Hadist ini, dan tidak dilanjutkan, jadi bunyinya hanya, "Aku telah melarang kamu berziarah kubur." Kalau tidak dilanjutkan, akan mengundang pertanyaan. Karena, dalam uslub (tata bahasa) dalam kalimat yang didahului dengan kata kerja madhi' (past tense, kata kerja lampau), kalau kata kerja lampau itu diucapkan, selalu mengundang pertanyaan: Lalu sekarang bagaimana?

"Dulu aku melarang kamu berziarah kubur", mestinya orang bertanya, sekarang bagaimana. Di sini, Hadist itu dilanjutkan oleh Rasulullah, "sekarang berziarahlah."

Tujuan orang berziarah, pertama, mengingatkan kembali kepada kita bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah. Kedua, mengingatkan kita, apa yang harus kita bawa (bekal) ketika keluar dari dunia yang fana ini. Ketiga, dzikr al-maut bertujuan untuk membangkitkan amal saleh, bukan untuk memupuk rasa takut mati, tapi takut kalau mati dalam keadaan yang buruk.

Berziarah kubur akan mendorong kita mengubah sikap serta amal yang tidak baik. Adapun doa-doa ziarah kubur, karena ada perintah dari Allah "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan", sangat luas. Kita bisa minta kepada Allah dengan perantaraan bacaan surah Al-Fatihah. Atau dengan lantaran bacaan Al-Qur'an yang lain. Dan pahala bacaan Al-Qur'an itu kita hadiahkan kepada para ulama yang kita cintai. Siapakah yang mengatakan doa seperti ini tidak sampai kepada Allah (Swt)? Kita tidak bisa mengklaim suatu doa itu sampai atau tidak kepada Allah, yang bisa mengetahui hanya Allah. Apalagi tentang mendoakan orang lain, shalat lima waktu kita saja kita tidak tahu, apakah diterima Allah atau tidak. Itu hak Allah. Jadi, perlu diingat, tidak ada satu tindakan pun yang dilakukan para wali maupun ulama yang saleh akan menyimpang dari keteladan Nabi dan para sahabat.

Bacaan, "Salamullah ya sadah" merupakan bagian dari ajaran Rasulullah (saw). Rasulullah kalau berziarah kubur mengucapkan salam,"Assalamu'alaikum, ya ahlul kubur, wal mukminin wal mukminat." Ada lagi Hadist, "Ya daril kaumul mukminin". Artinya, kalau Rasulullah memberikan salam kepada ahli kubur, berarti ahli kubur itu mendengar apa yang diucapkan Rasulullah. Bahkan telapak sandalnya saja mereka mendengar. Para ahli kubur mendengar setiap telapak kaki yang masuk ke kuburan. Apalagi orang membaca doa. Apalagi orang membaca Al-Qur'an. Apalagi orang membaca tahlil. Dari situlah, ungkapan "Assalamu'alaikum, ya darul mukminin" di dalamnya diteruskan oleh para alim ulama, "Salamullah, ya sadah minar-rahman yaghsyakum, ibadallah ji'nakum, qashadnakum thalabnakum". Itulah di antaranya luasnya doa ziarah kubur yang artinya, Semoga Allah memberikan keselamatan, wahai orang yang mulia, (keselamatan) dari Yang Maha Pengasih. Itu semua merupakan doa, permintaan kepada Allah, untuk siapa yang diziarahi, yaitu orang-orang yang dekat kepada Allah. Seperti kita mengucapkan kalimat "Assalamu'alaika ayyuhannabiyyu warrahmatullahi wabaraktuh, assalamu'alaina wa'ala 'ibadillahish-salihin."

"Assalamu'alaina" di sini memiliki arti yang luas. Sebab di sini lafalnya jamak. Namun secara terperinci sudah merangkum semuanya, dan diucapkan lagi oleh Baginda Nabi, karena cintanya Rasulullah kepada para salihin. Sedang di dalam kalimat tersebut, para salihin sudah termasuk di dalamnya. Seperti ketika shalat, kita senantiasa mengucapkan "Ihdinash-shirathal mustaqim, atau "tunjukkanlah kami jalan yang lurus." Di sini lafal tersebut menggunakan kata "kami", bukan "saya", untuk menunjukkan bahwa subjeknya umat Islam secara umum.

Senin, 05 November 2012

dari tulisan Habib Munzir




Kebahagiaan dan Kelembutan Nya semoga selalu menyelimuti hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
negara ini mesti dibenahi, bukan dihancurkan, kiranya maksud anda adalah merevolusi negara ini kah saudaraku?, lalu berapa ribu orang yg akan dikorbankan demi niat ini?, perpecahan akan terjadi antara muslimin,

anda lihat kini, undang undang pornografi..., siapa yg mengkontra..?, muslimin.., siapa yg setuju..?, muslimin..

maka muslim beradu dengan muslim, orang orang kafir hanya tepuk tangan menonton, satu suka dg pornografi dg alasan seni, yg lainnya benci pornografi, mereka berkelahi, orang kafir tertawa saja melihat perbuatan muslimin ini, mereka tak perlu turun tangan, sudah hancur sendiri muslim ini

coba anda teriakkan sekarang untuk menegakkan syariah islam, siapa yg menghalangi dan mengkontra anda?, kuffar..?, bukan.., tapi muslimin..

Perjuangan Para Wali dengan Penuh Damai

anda lihat islamnya negara ini, apakah dengan pasukan?,politik?, senjata?, harta?, tidak.
sembilan orang berjiwa Muhammad saw terjun ke pulau jawa, mereka tak membawa pasukan, mereka tak membawa harta yg banyak, mereka tak tahu politik, bahkan bahasa setempat pun mereka tidak tahu, namun dalam waktu yg singkat pulau jawa dari ujung Banten hingga Banyuwangi rata dengan kalimat Tauhid,

semua panglima dan kerajaan tunduk.. inilah kekuatan ilahi, inilah pembenahan dari bawah, mereka para wali terus merangkul para fuqara, merangkul para penguasa, merangkul para pengusaha, bahkan menikah dg anak anak sultan dan raja, sehingga terbentuk lah pulau islam ini menjadi negara muslimin terbesar dimuka Bumi.

mereka tak gembar gemborkan khalifah dan kerajaan, tapi semua penguasa tunduk pada mereka.

beda dengan sebagian muslimin masa kini, mereka terus gembar gembor mendirikan negara islam, namun mereka tak berbuat apa apa, mereka hanya mengajak perpecahan muslimin, pertumpahan darah, membuat muslimin sudah bobrok akan semakin bobrok dengan saling hantam satu sama lain, 

ini mereka namakan perjuangan islam, lalu menyalahkan orang oramg yg teguh dan sabar membenahi ummat.

masya Allah.., semoga Allah menyatukan semangat kita dengan semangat para pembela Rasulullah saw, para Wali Allah, para Shiddiqiin, dan para shalihin dalam satu semangat, amiin

Selasa, 23 Oktober 2012

Nama-Nama Habaib


Habib Luthfi bin ‘ali bin Hasyim bin Yahya
Habib Ali Al Jufri
Habib Munzir
Habib Syech
Habib Muhammad bin Nur bin Yahya (Kang Ayip)
Habib Hasan bin Muhammad bin Nur bin Yahya (Putranya Kang Ayip)
Habib Husein Mbrani
al-Habib Umar bin Hud al-Attas
Habib Abdurrahman Assegaf Bukit Duri
Ustadz Muhammad Ba’bud Lawang
Kyai Syarwani Abdan Datuk Kalampayan Bangil
Kyai Hamid Pasuruan
Habib Ali bin Ja’far Batu Pahat
Habib Abdullah Bilfaqih
Habib Anis Solo
Tuan Guru Zaini Ghani Martapura
Habib Husein bin Abubakar al-Aydrus, Luar Batang, Jakarta
 Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib al-Attas, Pekalongan
 Habib Abdullah bin Muhsin al-Attas, Empang, Bogor
 Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi, Surabaya
 Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdhor, Bondowoso
 Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf, Gresik
 Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi, Kwitang, Jakarta
 Habib Alwi bin Muhammad bin Thohir al-Haddad, Bogor
 Habib Husein bin Muhammad bin Thohir al-Haddad, Jombang
 Habib Jakfar bin Syaikhan Assegaf, Pasuruan
 Habib Ali bin Husein al-Attas, Jakarta
 Habib Idrus bin Salim al-Jufri, Sulawesi Tengah
 Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih, Darul Hadis, Malang
 Habib Muhammad bin Husein al-Aydrus, Surabaya
 Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Jakarta
 Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid, Tanggul, Jember
 Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani, Mekah, Saudi Arabia

Selasa, 07 Agustus 2012

NAMA UNTUK ANAK LAKI-LAKI


NAMA UNTUK ANAK LAKI-LAKI


Nizarul arifin
Ibhan Faruq Zidqi
rohmatullah alex = rahmat Allah atasmu
khuwairizmi
harzaqil.... nama nabi di bani isroil
MUHAMMAD MAHER SHIDIQ
danial = nama nabi
Achmad zainuddine
Salman al farisi
YASED WILLIANDA
Daniel Robithul Huda
muhammad hudalil mutaqin
Muhammad Hasyim Musthofa
muhammad abdul fattahul jannah
M.faqih andrianata el zindan

Rabu, 11 Juli 2012

Habib Lutfi: Amalan Bertemu Nabi Khidir

Tanya Jawab dengan Habib Lutfi,- Al Kisah


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya senang dapat berkonsultasi. Saya mohon penjelasan tentang beberapa hal.
Pertama, benarkah ada wirid dan amalan agar dapat bertemu dengan Nabi Khidhir dan Wali Sanga? Jika benar, apa wirid dan amalan tersebut? Kedua, ada beberapa orang yang katanya dapat bertemu dengan Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Benarkah yang mereka temui untuk berkonsultasi itu adalah Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga?
Ketiga, bolehkah penganut tarekat belajar menjadi paranormal? Samakah paranormal dengan Kahin yang disebutkan dalam Hadist Rasulullah (saw)?
Keempat, bolehkah seseorang berbaiat kepada dua orang mursyid sekaligus, misalkan Qadiriyyah wa Naqsabandiyyah dan Sadziliyah? Demikian pertanyaan kami. Atas penjelasannya, kami haturkan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ahmad Taufiq S.

Jawaban:


Jumat, 22 Juni 2012

MANTIQU'T THOIR

Mantiqut thoir ( Musyawarah Burung / Rembugan Manuk ) atau dalam bahasa dunianya The Conference of the Bird adalah Lembaran Kisah yang dibeberkan oleh Ulama Agung FARIDUDDIN ATTHAR, bagaikan samudra tak bertepi yang menceritakan permusyawarahan para burung dari berbagai jenis dan dari berbagai penjuru dunia yang berkumpul dalam satu majlis dalam membahas PENCARIAN TUHAN.

~

~

Alkisah berkumpullah segala macam burung di dunia ini baik yang dikenal maupun yang tidak.

Burung burung itu mau menyelenggarakan musyawarah. Mereka meyadari bahwa ternyata kerajaan burung tidak memiliki raja. Padahal tidak ada negeri manapun yang tidak beraja. Dan tidak ada suatu negeri yang mampu menyelenggarakan pemerintahan yang baik tanpa seorang raja.

Keadaan yang demikian tidak boleh dibiarkan terus. Mereka membutuhkan seorang yang kuat yang mampu melindungi mereka. Lalu tampillah burung Hudhud ke depan majlis, Berkatalah ia "Aku memiliki pengetahuan tentang Tuhan dan rahasia - rahasia ciptaannya".

ia juga bercerita bahwa sebenarnya mereka mempunyai raja sejati, bernama SIMURGH. ia tinggal di pegunungan yang tinggi dan dia raja di segala raja.

Rabu, 20 Juni 2012

SYI’IRAN AL BARMAWI
(lagukan dengan nada lagu “Rohatil athyaru tasydu' dari langitan)


Abdullah nama ayahnya # Aminah ibundanya
Abdul Muthallib kakeknya # Abu Thalib pamannya
Khadijah istri setia # Fathimah putri tercinta
Semua bernasab mulia # Dari Quraisy ternama
Dua bulan di kandungan # Wafat ayahandanya
Tahun gajah dilahirkan # Yatim dengan kakeknya
Sesuai adat yang ada # Disusui Halimah
Enam tahun usianya # Wafat Ibu terpuja
Delapan tahun usia # Kakek meninggalkannya
Abu thalib pun menjaga # Paman paling membela
Saat kecil menggembala # Dagang saat remaja
Umur dua puluh lima # Memperistri Khadijah
Di umur ketiga puluh # Mempersatukan bangsa
Saat peletakan batu # Hajar aswad mulia
Genap empat puluh tahun # Mendapatkan risalah
Ia pun menjadi Rasul # Akhir para Anbiya
Inilah kisah sang Rasul # yang penuh
suka duka # yang penuh suka duka

Minggu, 10 Juni 2012

Manaqib Al Habib Muhammad bin Syekh bin Yahya, Jagasatru Cirebon


Al Habib Muhammad bin Syekh bin Yahya, Jagasatru Cirebon

Suatu hari, rumah Habib Alwi, ayah Habib Anis Solo, di datangi Habib Syekh Cirebon atau yang akrab disapa “Abah Syekh”. Habib Alwi menyambut dengan hangat, soerang santri kemudian disuruh untuk menyiapkan jamuan. Entah mengapa selama membawa dan menyiapkan jamuan satri tersebut menundukkan kepala. Si santri rupanya menenal baik tamu itu dan berharap tamu itu tidak sampai mengenalinya. 



Setelah berbincang ringan dan saling bertukar kabar, Abah Syekh kemudian menjelaskan maksud kedatangannya, ia ingin mejenguk putranya. Habib Alwi tampak heran, karena ia tak tahu ada putra Abah Syekh nyantri di sini. Kemudian Habib Alwi bertanya siapa yang dimaksud. Dengan tenang Abah menjawab, “itu yang sedang menuangkan air”, ini putraku. Tentunya Habib Alwi terkejut ternyata santri yang hampir dua tahun mengerjakan tugas rumah ternyata putra Habib Syekh, Ulama besar Cirebon. Padahal jika ditanya putra siapa, sang santri tadi menjawab aku putra “Abdullah si tukang air”, tentunya sang santri tidak mau berbohong dan identitasnya diketahui karena dulu Ayah beliau “Abdullah : Hamba Allah” sempat berdagang air ketika menimba ilmu dan menetap di Makkah. Begitulah kebiasaan Habib Muhammad bin Yahya supaya perlakuannya disamakan dengan santri lainnya. Setelah latar belakangnya terungkap kemudian ia meminta izin ke Habib Alwi untuk berguru di tempat lain.

Rabu, 06 Juni 2012

syair padang bulan dari habib Luthfi bin Yahya (pekalongan)



 ﺍﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻭَﻣَﻮْﻻَﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
═══════════════
 ﻋَﺪَﺩَ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﻋِﻠْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻼَﺓً ﺩَﺍﺋِﻤَﺔً ﺑِﺪَﻭَﺍﻡِ ﻣُﻠْﻚِ ﺍﻟﻠﻪِ

 { Padang bulan, padange koyo rino.
Rembulane sing ngawe-awe } 2X
Ngelengake, ojo turu sore.
{ Kene tak critani, kanggo sebo
mengko sore } 2X

Selasa, 05 Juni 2012

Cermin ke-Tawadhu'-an KH Habib Mohammad Lutfi Ali Yahya

Cermin ke-Tawadhu'-an KH Habib Mohammad Lutfi Ali Yahya
Suka Musik Beethoven

Zaman kepungkur zaman buntutan
Esuk-esuk luru ramalan
Gambar kucing dikira macan
Bengi diputer metu wong edan
Buntutan ilang gantine togel
Akeh wong ngerti iku ora halal
Kana-kene dikandani angel
Luwih percaya marang peramal
Saiki zaman lara
Marang ulama ora percaya
Semono uga marang negara
Kana-kene akeh gara-gara
Tukang fitnah pada gentayangan
Seneng ningali akeh perpecahan
Tunggal dulur pada tukaran
Eling-eling para sedulur
Kita wajib jaga persatuan
Mumpung isih pada panjang umur
Pada dadia suri tauladan


PENTINGNYA HUSNUDZDZONN

PENTINGNYA HUSNUDZDZONN
Husnudzon (berbaik sangka) Terhadap Para Imam Sebagai Pijakan psikologis Ahlusunnah

Oleh: Al Habib M. Lutfi bin Ali Yahya

Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin washshalatu wassalamu 'ala asyrafil anbiyai wal Mursalin wa'ala alihi washahbihi. Amma Ba’du.

Wajib bagi para mukmin akan menjaga hakikat dan memperkuat akidah salafus salihin dari segala yang merusak akidah dan prasangka terhadap para salihin, tokoh-tokoh Ahlu Sunah wal Jamah atau para A’imah, imam-imam. Sebab sering timbul prasangka-prasangka yang kurang baik terhadap para a’immatu shalihin, para imam-imam yang sholih. Akhirnya kita akan mengukur kealiman, kealamahan para ulam al Mutaqadimin, ulama-ulama terdahulu. Seperti para tokoh-tokoh tasawuf, tokoh fuqaha, tokoh-tokoh ahli tauhid, dan tokoh-tokoh ahli hadis. Tokoh-tokoh Tauhid seperti Imam Abu Hasan al Asy’ari dan Imam Abu Mansur al Mathuridi.


Keteladanan Dalam Totalitas Sahabat Abu Bakar

Keteladanan Dalam Totalitas Sahabat Abu Bakar
Oleh: Maulana Al-Habib M. Luthfi bin Yahya

Antara satu sahabat dan sahabat yang lainnya memiliki keutamaan yang berbeda-beda. Tapi pasti masing-masing sahabat mempunyai sirrul A’dzom, keutamaan yang luar biasa. Keutamaan sahabat Abu Bakar, Sahabat Umar, Sahaba Utsman, Sahabat Ali semuanya hakikatnya adalah untuk umat. Bahkan kelemahan mereka adalah untuk umat. Mohon sampai sini tidak disalah pahami.

Pada uraian sebelumnya saya membahas tentang sahabat Abu Bakar. Sahabat Abu Bakar ini adalah sosok yang pengabdiannya pada agama dan pada Nabi Saw sangat total. Sebagai ilustrasi kita merujuk pada peristiwa Hijrah Nabi Saw. Bermula ketika di Gua Tsur Sayidina Abu Bakar Sidiq menutup lubang-lubang yang ada di gua itu dengan pakaian beliau, ketika masih ada lubang yang tersisa, terpaksa lubang tersebut beliau tutup dengan jempol kaki beliau.

Minggu, 27 Mei 2012

Kisah Karomah Habib Sholeh bin Mukhsin Al Hamid Tanggul


Habib Soleh Bin Muhsin Al Hamid, Beliau adalah Seorang wali qhutub yang lebih dikenal Dengan nama habib Sholeh Tanggul, Berasal dari Hadramaut dan pertama kali melakukan da’wahnya ke Indonesia sekitar tahun 1921 M dan menetap di daerah tanggul Jember Jawa timur.
Mengisahkan tentang Habib Sholeh Tanggul tidak bisa lepas dari peristiwa yang mempertemukan dirinya dengan Nabi Khidir AS. Kala itu, layaknya pemuda keturunan Arab lainnya, orang masih memanggilnya Yik, kependekan dari kata Sayyid, yang artinya Tuan, sebuah gelar untuk keturunan Rasulullah.

Suatu ketika Yik Sholeh sedang menuju stasiun Kereta Api Tanggul yang letaknya memang dekat dengan rumahnya. Tiba-tiba datang seorang pengemis meminta uang. Yik Sholeh yang sebenarnya membawa sepuluh rupiah menjawab tidak ada, karena hanya itu yang dimiliki. Pengemis itupun pergi, tetapi kemudian datang dan minta uang lagi. Karena dijawab tidak ada, ia pergi lagi, tetapi lalu datang untuk ketiga kalinya. Ketika didapati jawaban yang sama, orang itu berkata, “Yang sepuluh rupiah di saku kamu?” seketika Yik Sholeh meresakan ada yang aneh. Lalu ia menjabat tangan pengemis itu. Ketika berjabat tangan, jempol si pengemis terasa lembut seperti tak bertulang. Keadaan seperti itu, menurut beberapa kitab klasik, adalah ciri fisik nabi Khidir. Tangannyapun dipegang erat-erat oleh Yik Sholeh, sambil berkata, “Anda pasti Nabi Khidir, maka mohon doakan saya.” Sang pengemispun berdoa, lalu pergi sambil berpesan bahwa sebentar lagi akan datang seorang tamu.

Rabu, 23 Mei 2012

4 Tips Supaya Bermimpi Jumpa dengan Rasulullah saw

[4 Tips Supaya Bermimpi Jumpa dengan Rasulullah saw.]

Berikut inilah tips yang diajarkan oleh Al-Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri sebagaimana yang telah diajarkan oleh guru-guru beliau:

1. Memperbanyak Sholawat kepada Rasulullah saw. (Imam As-Sakhawi menganjurkan minimal sehari kita membaca 300 kali sholawatan).
2. Mengagungkan Sunnah-sunnah Baginda Rasulullah saw.
3. Mahabbah (cinta) kepada Rasulullah saw.
4. Berkhidmat kepada
Rasulullah saw.

Jumat, 18 Mei 2012

khilafah menurut pandangan Habib Munzir al musawwa


Kebahagiaan dan Kesejukan rohani semoga selalu menghiasi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Daulah islamiyah ini sebenarnya tak pernah dikenal dalam islam, hanya istilah yg diada adakan saja, karena islam tak pernah mengenal "negara islam", yg ada adalah khilafah islamiyah,

Islam adalah untuk dunia, bukan untuk indonesia, malaysia atau nama nama negara yg dibuat buat oleh manusia.

anda lihat Rasul saw berkuasa di madinah, namun pemimpin madinah tetap Abdullah bin Ubay bin salul, (pemimpin munafik dan musuh islam), mengapa Rasul saw tak merebut kekuasaan darinya?, Rasul saw membiarkan Ibn Ubay tetap memimpin madinah, dan Abu sofyan (sblm msk islamnya) tetap memimpin Makkah,


Kamis, 17 Mei 2012

Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi

Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi sangat kesohor. Disebut al-Bantani karena ia berasal dari Banten, Indonesia. Beliau bukan ulama biasa, tapi memiliki intelektual yang sangat produktif menulis kitab, meliputi fiqih, tauhid, tasawwuf, tafsir, dan hadis. Jumlahnya tidak kurang dari 115 kitab.

Kelahiran


Lahir dengan nama Abû Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi. Ulama besar ini hidup dalam tradisi keagamaan yang sangat kuat. Ulama yang lahir di Kampung Tanara, sebuah desa kecil di kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Propinsi Banten (Sekarang di Kampung Pesisir, desa Pedaleman Kecamatan Tanara depan Mesjid Jami’ Syaikh Nawawi Bantani) pada tahun 1230 H atau 1813 M ini bernasab kepada keturunan Maulana Hasanuddin Putra Sunan Gunung Jati, Cirebon. Keturunan ke-11 dari Sultan Banten. Nasab beliau melalui jalur ini sampai kepada Baginda Nabi Muhammad saw. Melalui keturunan Maulana Hasanuddin yakni Pangeran Suniararas, yang makamnya hanya berjarak 500 meter dari bekas kediaman beliau di Tanara, nasab Ahlul Bait sampai ke Syaikh Nawawi. Ayah beliau seorang Ulama Banten, ‘Umar bin ‘Arabi, ibunya bernama Zubaedah.


SYEKH KHOLIL BANGKALAN MADURA

KH Muhammad Khalil bin Kiyai Haji Abdul Lathif bin Kiyai Hamim bin Kiyai Abdul Karim bin Kiyai Muharram bin Kiyai Asrar Karamah bin Kiyai Abdullah bin Sayid Sulaiman.
Sayid Sulaiman
 adalah cucu Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati Cirebon. Syarif Hidayatullah itu putera Sultan Umdatuddin Umdatullah Abdullah yang memerintah di Cam (Campa). Ayahnya adalah Sayid Ali Nurul Alam bin Sayid Jamaluddin al-Kubra. 

KH. Muhammad Kholil dilahirkan pada 11 Jamadilakhir 1235 Hijrahatau 27 Januari 1820 Masihi di Kampung Senenan, Desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur. Beliau berasal dari keluarga Ulama dan digembleng langasung oleh ayah Beliau. Setelah menginjak dewasa beliau ta’lim diberbagai pondok pesantren. Sekitar 1850-an, ketika usianya menjelang tiga puluh, Kiyai Muhammad Khalil belajar kepada Kiyai Muhammad Nur di Pondok-pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. Dari Langitan beliau pindah ke Pondok-pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan. Kemudian beliau pindah ke Pondok-pesantren Keboncandi. Selama belajar di pondok-pesantren ini beliau belajar pula kepada Kiyai Nur Hasan yang menetap di Sidogiri, 7 kilometer dari Keboncandi. Kiyai Nur Hasan ini, sesungguhnya, masih mempunyai pertalian keluarga dengannya.

Sewaktu menjadi Santri KH Muhammad Kholil telah menghafal beberapa matan, seperti Matan Alfiyah Ibnu Malik (Tata Bahasa Arab). disamping itu juga beliau juga seorang hafiz al-Quran . Beliau mampu membaca alqur’an dalam Qira’at Sab’ah (tujuh cara membaca al-Quran).

Pada 1276 Hijrah/1859 Masihi, KH Muhammad Khalil Belajar di Mekah. Di Mekah KH Muhammad Khalil al-Maduri belajar dengan Syeikh Nawawi al-Bantani(Guru Ulama Indonesia dari Banten). Di antara gurunya di Mekah ialah Syeikh Utsman bin Hasan ad-Dimyathi, Saiyid Ahmad bin Zaini Dahlan, Syeikh Mustafa bin Muhammad al-Afifi al-Makki, Syeikh Abdul Hamid bin Mahmud asy-Syarwani. Beberapa sanad hadis yang musalsal diterima dari Syeikh Nawawi al-Bantani dan Abdul Ghani bin Subuh bin Ismail al-Bimawi (Bima, Sumbawa). KH.Muhammad Kholil Sewaktu Belajar di Mekkah Seangkatan dengan KH.Hasym Asy’ari,KH.Wahab Hasbullah dan KH.Muhammad Dahlan namum Ulama-ulama Dahulu punya kebiasaan Memanggil Guru sesama Rekannya, dan KH.Muhammad KHolil yang dituakan dan dimuliakan di antara mereka.