Senin, 05 November 2012

dari tulisan Habib Munzir




Kebahagiaan dan Kelembutan Nya semoga selalu menyelimuti hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
negara ini mesti dibenahi, bukan dihancurkan, kiranya maksud anda adalah merevolusi negara ini kah saudaraku?, lalu berapa ribu orang yg akan dikorbankan demi niat ini?, perpecahan akan terjadi antara muslimin,

anda lihat kini, undang undang pornografi..., siapa yg mengkontra..?, muslimin.., siapa yg setuju..?, muslimin..

maka muslim beradu dengan muslim, orang orang kafir hanya tepuk tangan menonton, satu suka dg pornografi dg alasan seni, yg lainnya benci pornografi, mereka berkelahi, orang kafir tertawa saja melihat perbuatan muslimin ini, mereka tak perlu turun tangan, sudah hancur sendiri muslim ini

coba anda teriakkan sekarang untuk menegakkan syariah islam, siapa yg menghalangi dan mengkontra anda?, kuffar..?, bukan.., tapi muslimin..

Perjuangan Para Wali dengan Penuh Damai

anda lihat islamnya negara ini, apakah dengan pasukan?,politik?, senjata?, harta?, tidak.
sembilan orang berjiwa Muhammad saw terjun ke pulau jawa, mereka tak membawa pasukan, mereka tak membawa harta yg banyak, mereka tak tahu politik, bahkan bahasa setempat pun mereka tidak tahu, namun dalam waktu yg singkat pulau jawa dari ujung Banten hingga Banyuwangi rata dengan kalimat Tauhid,

semua panglima dan kerajaan tunduk.. inilah kekuatan ilahi, inilah pembenahan dari bawah, mereka para wali terus merangkul para fuqara, merangkul para penguasa, merangkul para pengusaha, bahkan menikah dg anak anak sultan dan raja, sehingga terbentuk lah pulau islam ini menjadi negara muslimin terbesar dimuka Bumi.

mereka tak gembar gemborkan khalifah dan kerajaan, tapi semua penguasa tunduk pada mereka.

beda dengan sebagian muslimin masa kini, mereka terus gembar gembor mendirikan negara islam, namun mereka tak berbuat apa apa, mereka hanya mengajak perpecahan muslimin, pertumpahan darah, membuat muslimin sudah bobrok akan semakin bobrok dengan saling hantam satu sama lain, 

ini mereka namakan perjuangan islam, lalu menyalahkan orang oramg yg teguh dan sabar membenahi ummat.

masya Allah.., semoga Allah menyatukan semangat kita dengan semangat para pembela Rasulullah saw, para Wali Allah, para Shiddiqiin, dan para shalihin dalam satu semangat, amiin

Selasa, 23 Oktober 2012

Nama-Nama Habaib


Habib Luthfi bin ‘ali bin Hasyim bin Yahya
Habib Ali Al Jufri
Habib Munzir
Habib Syech
Habib Muhammad bin Nur bin Yahya (Kang Ayip)
Habib Hasan bin Muhammad bin Nur bin Yahya (Putranya Kang Ayip)
Habib Husein Mbrani
al-Habib Umar bin Hud al-Attas
Habib Abdurrahman Assegaf Bukit Duri
Ustadz Muhammad Ba’bud Lawang
Kyai Syarwani Abdan Datuk Kalampayan Bangil
Kyai Hamid Pasuruan
Habib Ali bin Ja’far Batu Pahat
Habib Abdullah Bilfaqih
Habib Anis Solo
Tuan Guru Zaini Ghani Martapura
Habib Husein bin Abubakar al-Aydrus, Luar Batang, Jakarta
 Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib al-Attas, Pekalongan
 Habib Abdullah bin Muhsin al-Attas, Empang, Bogor
 Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi, Surabaya
 Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdhor, Bondowoso
 Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf, Gresik
 Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi, Kwitang, Jakarta
 Habib Alwi bin Muhammad bin Thohir al-Haddad, Bogor
 Habib Husein bin Muhammad bin Thohir al-Haddad, Jombang
 Habib Jakfar bin Syaikhan Assegaf, Pasuruan
 Habib Ali bin Husein al-Attas, Jakarta
 Habib Idrus bin Salim al-Jufri, Sulawesi Tengah
 Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih, Darul Hadis, Malang
 Habib Muhammad bin Husein al-Aydrus, Surabaya
 Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Jakarta
 Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid, Tanggul, Jember
 Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani, Mekah, Saudi Arabia

Selasa, 07 Agustus 2012

NAMA UNTUK ANAK LAKI-LAKI


NAMA UNTUK ANAK LAKI-LAKI


Nizarul arifin
Ibhan Faruq Zidqi
rohmatullah alex = rahmat Allah atasmu
khuwairizmi
harzaqil.... nama nabi di bani isroil
MUHAMMAD MAHER SHIDIQ
danial = nama nabi
Achmad zainuddine
Salman al farisi
YASED WILLIANDA
Daniel Robithul Huda
muhammad hudalil mutaqin
Muhammad Hasyim Musthofa
muhammad abdul fattahul jannah
M.faqih andrianata el zindan

Rabu, 11 Juli 2012

Habib Lutfi: Amalan Bertemu Nabi Khidir

Tanya Jawab dengan Habib Lutfi,- Al Kisah


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya senang dapat berkonsultasi. Saya mohon penjelasan tentang beberapa hal.
Pertama, benarkah ada wirid dan amalan agar dapat bertemu dengan Nabi Khidhir dan Wali Sanga? Jika benar, apa wirid dan amalan tersebut? Kedua, ada beberapa orang yang katanya dapat bertemu dengan Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Benarkah yang mereka temui untuk berkonsultasi itu adalah Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga?
Ketiga, bolehkah penganut tarekat belajar menjadi paranormal? Samakah paranormal dengan Kahin yang disebutkan dalam Hadist Rasulullah (saw)?
Keempat, bolehkah seseorang berbaiat kepada dua orang mursyid sekaligus, misalkan Qadiriyyah wa Naqsabandiyyah dan Sadziliyah? Demikian pertanyaan kami. Atas penjelasannya, kami haturkan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ahmad Taufiq S.

Jawaban:


Jumat, 22 Juni 2012

MANTIQU'T THOIR

Mantiqut thoir ( Musyawarah Burung / Rembugan Manuk ) atau dalam bahasa dunianya The Conference of the Bird adalah Lembaran Kisah yang dibeberkan oleh Ulama Agung FARIDUDDIN ATTHAR, bagaikan samudra tak bertepi yang menceritakan permusyawarahan para burung dari berbagai jenis dan dari berbagai penjuru dunia yang berkumpul dalam satu majlis dalam membahas PENCARIAN TUHAN.

~

~

Alkisah berkumpullah segala macam burung di dunia ini baik yang dikenal maupun yang tidak.

Burung burung itu mau menyelenggarakan musyawarah. Mereka meyadari bahwa ternyata kerajaan burung tidak memiliki raja. Padahal tidak ada negeri manapun yang tidak beraja. Dan tidak ada suatu negeri yang mampu menyelenggarakan pemerintahan yang baik tanpa seorang raja.

Keadaan yang demikian tidak boleh dibiarkan terus. Mereka membutuhkan seorang yang kuat yang mampu melindungi mereka. Lalu tampillah burung Hudhud ke depan majlis, Berkatalah ia "Aku memiliki pengetahuan tentang Tuhan dan rahasia - rahasia ciptaannya".

ia juga bercerita bahwa sebenarnya mereka mempunyai raja sejati, bernama SIMURGH. ia tinggal di pegunungan yang tinggi dan dia raja di segala raja.

Rabu, 20 Juni 2012

SYI’IRAN AL BARMAWI
(lagukan dengan nada lagu “Rohatil athyaru tasydu' dari langitan)


Abdullah nama ayahnya # Aminah ibundanya
Abdul Muthallib kakeknya # Abu Thalib pamannya
Khadijah istri setia # Fathimah putri tercinta
Semua bernasab mulia # Dari Quraisy ternama
Dua bulan di kandungan # Wafat ayahandanya
Tahun gajah dilahirkan # Yatim dengan kakeknya
Sesuai adat yang ada # Disusui Halimah
Enam tahun usianya # Wafat Ibu terpuja
Delapan tahun usia # Kakek meninggalkannya
Abu thalib pun menjaga # Paman paling membela
Saat kecil menggembala # Dagang saat remaja
Umur dua puluh lima # Memperistri Khadijah
Di umur ketiga puluh # Mempersatukan bangsa
Saat peletakan batu # Hajar aswad mulia
Genap empat puluh tahun # Mendapatkan risalah
Ia pun menjadi Rasul # Akhir para Anbiya
Inilah kisah sang Rasul # yang penuh
suka duka # yang penuh suka duka

Minggu, 10 Juni 2012

Manaqib Al Habib Muhammad bin Syekh bin Yahya, Jagasatru Cirebon


Al Habib Muhammad bin Syekh bin Yahya, Jagasatru Cirebon

Suatu hari, rumah Habib Alwi, ayah Habib Anis Solo, di datangi Habib Syekh Cirebon atau yang akrab disapa “Abah Syekh”. Habib Alwi menyambut dengan hangat, soerang santri kemudian disuruh untuk menyiapkan jamuan. Entah mengapa selama membawa dan menyiapkan jamuan satri tersebut menundukkan kepala. Si santri rupanya menenal baik tamu itu dan berharap tamu itu tidak sampai mengenalinya. 



Setelah berbincang ringan dan saling bertukar kabar, Abah Syekh kemudian menjelaskan maksud kedatangannya, ia ingin mejenguk putranya. Habib Alwi tampak heran, karena ia tak tahu ada putra Abah Syekh nyantri di sini. Kemudian Habib Alwi bertanya siapa yang dimaksud. Dengan tenang Abah menjawab, “itu yang sedang menuangkan air”, ini putraku. Tentunya Habib Alwi terkejut ternyata santri yang hampir dua tahun mengerjakan tugas rumah ternyata putra Habib Syekh, Ulama besar Cirebon. Padahal jika ditanya putra siapa, sang santri tadi menjawab aku putra “Abdullah si tukang air”, tentunya sang santri tidak mau berbohong dan identitasnya diketahui karena dulu Ayah beliau “Abdullah : Hamba Allah” sempat berdagang air ketika menimba ilmu dan menetap di Makkah. Begitulah kebiasaan Habib Muhammad bin Yahya supaya perlakuannya disamakan dengan santri lainnya. Setelah latar belakangnya terungkap kemudian ia meminta izin ke Habib Alwi untuk berguru di tempat lain.

Rabu, 06 Juni 2012

syair padang bulan dari habib Luthfi bin Yahya (pekalongan)



 ﺍﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻭَﻣَﻮْﻻَﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
═══════════════
 ﻋَﺪَﺩَ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﻋِﻠْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻼَﺓً ﺩَﺍﺋِﻤَﺔً ﺑِﺪَﻭَﺍﻡِ ﻣُﻠْﻚِ ﺍﻟﻠﻪِ

 { Padang bulan, padange koyo rino.
Rembulane sing ngawe-awe } 2X
Ngelengake, ojo turu sore.
{ Kene tak critani, kanggo sebo
mengko sore } 2X

Selasa, 05 Juni 2012

Cermin ke-Tawadhu'-an KH Habib Mohammad Lutfi Ali Yahya

Cermin ke-Tawadhu'-an KH Habib Mohammad Lutfi Ali Yahya
Suka Musik Beethoven

Zaman kepungkur zaman buntutan
Esuk-esuk luru ramalan
Gambar kucing dikira macan
Bengi diputer metu wong edan
Buntutan ilang gantine togel
Akeh wong ngerti iku ora halal
Kana-kene dikandani angel
Luwih percaya marang peramal
Saiki zaman lara
Marang ulama ora percaya
Semono uga marang negara
Kana-kene akeh gara-gara
Tukang fitnah pada gentayangan
Seneng ningali akeh perpecahan
Tunggal dulur pada tukaran
Eling-eling para sedulur
Kita wajib jaga persatuan
Mumpung isih pada panjang umur
Pada dadia suri tauladan


PENTINGNYA HUSNUDZDZONN

PENTINGNYA HUSNUDZDZONN
Husnudzon (berbaik sangka) Terhadap Para Imam Sebagai Pijakan psikologis Ahlusunnah

Oleh: Al Habib M. Lutfi bin Ali Yahya

Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin washshalatu wassalamu 'ala asyrafil anbiyai wal Mursalin wa'ala alihi washahbihi. Amma Ba’du.

Wajib bagi para mukmin akan menjaga hakikat dan memperkuat akidah salafus salihin dari segala yang merusak akidah dan prasangka terhadap para salihin, tokoh-tokoh Ahlu Sunah wal Jamah atau para A’imah, imam-imam. Sebab sering timbul prasangka-prasangka yang kurang baik terhadap para a’immatu shalihin, para imam-imam yang sholih. Akhirnya kita akan mengukur kealiman, kealamahan para ulam al Mutaqadimin, ulama-ulama terdahulu. Seperti para tokoh-tokoh tasawuf, tokoh fuqaha, tokoh-tokoh ahli tauhid, dan tokoh-tokoh ahli hadis. Tokoh-tokoh Tauhid seperti Imam Abu Hasan al Asy’ari dan Imam Abu Mansur al Mathuridi.


Keteladanan Dalam Totalitas Sahabat Abu Bakar

Keteladanan Dalam Totalitas Sahabat Abu Bakar
Oleh: Maulana Al-Habib M. Luthfi bin Yahya

Antara satu sahabat dan sahabat yang lainnya memiliki keutamaan yang berbeda-beda. Tapi pasti masing-masing sahabat mempunyai sirrul A’dzom, keutamaan yang luar biasa. Keutamaan sahabat Abu Bakar, Sahabat Umar, Sahaba Utsman, Sahabat Ali semuanya hakikatnya adalah untuk umat. Bahkan kelemahan mereka adalah untuk umat. Mohon sampai sini tidak disalah pahami.

Pada uraian sebelumnya saya membahas tentang sahabat Abu Bakar. Sahabat Abu Bakar ini adalah sosok yang pengabdiannya pada agama dan pada Nabi Saw sangat total. Sebagai ilustrasi kita merujuk pada peristiwa Hijrah Nabi Saw. Bermula ketika di Gua Tsur Sayidina Abu Bakar Sidiq menutup lubang-lubang yang ada di gua itu dengan pakaian beliau, ketika masih ada lubang yang tersisa, terpaksa lubang tersebut beliau tutup dengan jempol kaki beliau.

Minggu, 27 Mei 2012

Kisah Karomah Habib Sholeh bin Mukhsin Al Hamid Tanggul


Habib Soleh Bin Muhsin Al Hamid, Beliau adalah Seorang wali qhutub yang lebih dikenal Dengan nama habib Sholeh Tanggul, Berasal dari Hadramaut dan pertama kali melakukan da’wahnya ke Indonesia sekitar tahun 1921 M dan menetap di daerah tanggul Jember Jawa timur.
Mengisahkan tentang Habib Sholeh Tanggul tidak bisa lepas dari peristiwa yang mempertemukan dirinya dengan Nabi Khidir AS. Kala itu, layaknya pemuda keturunan Arab lainnya, orang masih memanggilnya Yik, kependekan dari kata Sayyid, yang artinya Tuan, sebuah gelar untuk keturunan Rasulullah.

Suatu ketika Yik Sholeh sedang menuju stasiun Kereta Api Tanggul yang letaknya memang dekat dengan rumahnya. Tiba-tiba datang seorang pengemis meminta uang. Yik Sholeh yang sebenarnya membawa sepuluh rupiah menjawab tidak ada, karena hanya itu yang dimiliki. Pengemis itupun pergi, tetapi kemudian datang dan minta uang lagi. Karena dijawab tidak ada, ia pergi lagi, tetapi lalu datang untuk ketiga kalinya. Ketika didapati jawaban yang sama, orang itu berkata, “Yang sepuluh rupiah di saku kamu?” seketika Yik Sholeh meresakan ada yang aneh. Lalu ia menjabat tangan pengemis itu. Ketika berjabat tangan, jempol si pengemis terasa lembut seperti tak bertulang. Keadaan seperti itu, menurut beberapa kitab klasik, adalah ciri fisik nabi Khidir. Tangannyapun dipegang erat-erat oleh Yik Sholeh, sambil berkata, “Anda pasti Nabi Khidir, maka mohon doakan saya.” Sang pengemispun berdoa, lalu pergi sambil berpesan bahwa sebentar lagi akan datang seorang tamu.

Rabu, 23 Mei 2012

4 Tips Supaya Bermimpi Jumpa dengan Rasulullah saw

[4 Tips Supaya Bermimpi Jumpa dengan Rasulullah saw.]

Berikut inilah tips yang diajarkan oleh Al-Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri sebagaimana yang telah diajarkan oleh guru-guru beliau:

1. Memperbanyak Sholawat kepada Rasulullah saw. (Imam As-Sakhawi menganjurkan minimal sehari kita membaca 300 kali sholawatan).
2. Mengagungkan Sunnah-sunnah Baginda Rasulullah saw.
3. Mahabbah (cinta) kepada Rasulullah saw.
4. Berkhidmat kepada
Rasulullah saw.

Jumat, 18 Mei 2012

khilafah menurut pandangan Habib Munzir al musawwa


Kebahagiaan dan Kesejukan rohani semoga selalu menghiasi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Daulah islamiyah ini sebenarnya tak pernah dikenal dalam islam, hanya istilah yg diada adakan saja, karena islam tak pernah mengenal "negara islam", yg ada adalah khilafah islamiyah,

Islam adalah untuk dunia, bukan untuk indonesia, malaysia atau nama nama negara yg dibuat buat oleh manusia.

anda lihat Rasul saw berkuasa di madinah, namun pemimpin madinah tetap Abdullah bin Ubay bin salul, (pemimpin munafik dan musuh islam), mengapa Rasul saw tak merebut kekuasaan darinya?, Rasul saw membiarkan Ibn Ubay tetap memimpin madinah, dan Abu sofyan (sblm msk islamnya) tetap memimpin Makkah,


Kamis, 17 Mei 2012

Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi

Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi sangat kesohor. Disebut al-Bantani karena ia berasal dari Banten, Indonesia. Beliau bukan ulama biasa, tapi memiliki intelektual yang sangat produktif menulis kitab, meliputi fiqih, tauhid, tasawwuf, tafsir, dan hadis. Jumlahnya tidak kurang dari 115 kitab.

Kelahiran


Lahir dengan nama Abû Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi. Ulama besar ini hidup dalam tradisi keagamaan yang sangat kuat. Ulama yang lahir di Kampung Tanara, sebuah desa kecil di kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Propinsi Banten (Sekarang di Kampung Pesisir, desa Pedaleman Kecamatan Tanara depan Mesjid Jami’ Syaikh Nawawi Bantani) pada tahun 1230 H atau 1813 M ini bernasab kepada keturunan Maulana Hasanuddin Putra Sunan Gunung Jati, Cirebon. Keturunan ke-11 dari Sultan Banten. Nasab beliau melalui jalur ini sampai kepada Baginda Nabi Muhammad saw. Melalui keturunan Maulana Hasanuddin yakni Pangeran Suniararas, yang makamnya hanya berjarak 500 meter dari bekas kediaman beliau di Tanara, nasab Ahlul Bait sampai ke Syaikh Nawawi. Ayah beliau seorang Ulama Banten, ‘Umar bin ‘Arabi, ibunya bernama Zubaedah.


SYEKH KHOLIL BANGKALAN MADURA

KH Muhammad Khalil bin Kiyai Haji Abdul Lathif bin Kiyai Hamim bin Kiyai Abdul Karim bin Kiyai Muharram bin Kiyai Asrar Karamah bin Kiyai Abdullah bin Sayid Sulaiman.
Sayid Sulaiman
 adalah cucu Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati Cirebon. Syarif Hidayatullah itu putera Sultan Umdatuddin Umdatullah Abdullah yang memerintah di Cam (Campa). Ayahnya adalah Sayid Ali Nurul Alam bin Sayid Jamaluddin al-Kubra. 

KH. Muhammad Kholil dilahirkan pada 11 Jamadilakhir 1235 Hijrahatau 27 Januari 1820 Masihi di Kampung Senenan, Desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur. Beliau berasal dari keluarga Ulama dan digembleng langasung oleh ayah Beliau. Setelah menginjak dewasa beliau ta’lim diberbagai pondok pesantren. Sekitar 1850-an, ketika usianya menjelang tiga puluh, Kiyai Muhammad Khalil belajar kepada Kiyai Muhammad Nur di Pondok-pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. Dari Langitan beliau pindah ke Pondok-pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan. Kemudian beliau pindah ke Pondok-pesantren Keboncandi. Selama belajar di pondok-pesantren ini beliau belajar pula kepada Kiyai Nur Hasan yang menetap di Sidogiri, 7 kilometer dari Keboncandi. Kiyai Nur Hasan ini, sesungguhnya, masih mempunyai pertalian keluarga dengannya.

Sewaktu menjadi Santri KH Muhammad Kholil telah menghafal beberapa matan, seperti Matan Alfiyah Ibnu Malik (Tata Bahasa Arab). disamping itu juga beliau juga seorang hafiz al-Quran . Beliau mampu membaca alqur’an dalam Qira’at Sab’ah (tujuh cara membaca al-Quran).

Pada 1276 Hijrah/1859 Masihi, KH Muhammad Khalil Belajar di Mekah. Di Mekah KH Muhammad Khalil al-Maduri belajar dengan Syeikh Nawawi al-Bantani(Guru Ulama Indonesia dari Banten). Di antara gurunya di Mekah ialah Syeikh Utsman bin Hasan ad-Dimyathi, Saiyid Ahmad bin Zaini Dahlan, Syeikh Mustafa bin Muhammad al-Afifi al-Makki, Syeikh Abdul Hamid bin Mahmud asy-Syarwani. Beberapa sanad hadis yang musalsal diterima dari Syeikh Nawawi al-Bantani dan Abdul Ghani bin Subuh bin Ismail al-Bimawi (Bima, Sumbawa). KH.Muhammad Kholil Sewaktu Belajar di Mekkah Seangkatan dengan KH.Hasym Asy’ari,KH.Wahab Hasbullah dan KH.Muhammad Dahlan namum Ulama-ulama Dahulu punya kebiasaan Memanggil Guru sesama Rekannya, dan KH.Muhammad KHolil yang dituakan dan dimuliakan di antara mereka.

Foto-Foto Abah (Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya pekalongan)



Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya


HIKMAH SEBUTIR NASI

Pada 14 Maret 2010 lalu, saya menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW. Tepatnya di Pesantren Jam’ul Ijazah di kediaman H. Idris Nawawi di Cirebon. Bertindak sebagai Penceramah adalah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Habib Luthfi Pekalongan. Beliau adalah kata Ketua Jam’iyyah Ahlith ath-Thariqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah, perkumpulan tarekat yang diakui (mu’tabar) di bawah Nahdlatul Ulama.
Dalam hikmah ceramahnya, Habib Luthfi menguraikan beberapa hal, diantaranya  sebutir nasi. Beliau mengatakan bahwa sebutir nasi yang kita makan sesungguhnya melalui tahapan atau proses yang panjang.
Berawal dari petani yang membajak sawah agar tanahnya menjadi gembur. Kemudian ditaburlah benih-benih padi di sawah. Sambil menunggu benih-benih tersebut tumbuh berkembang, sang petani senantiasa mengawasi sawahnya agar terhindar dari gangguan hama.
Pada saat panen, sang petani saling bergotong royong bersama warga sekitar untuk menuai padi. Mereka bekerja tanpa kenal lelah agar gabah yang terkumpul menjadi butiran-butiran padi yang kemudian dimasukkan ke dalam karung-karung dan siap dikirim ke para pedagang beras.
Setelah beras berada di toko atau warung penjual beras, kita  kemudian membelinya untuk di bawa ke rumah. Selanjutnya beras di masak dan siap dihidangkan.

begini cara nglurusin ati. indah bukan? -Allahummaghfirlahu-Al Fatehah

Gus Dur Islamkan Tradisi Ziarah Kelompok Abangan

Jakarta, NU Online
Selalu terdapat strategi unik dalam berdakwah, tetapi seringkali orang tidak paham apa yang sebenarnya dilakukan, bahkan ditentang habis-habisan karena dianggap menyalahi pakem yang sudah berlaku umum. Gus Dur seringkali mengalami hal ini.

Salah satu amalan Gus Dur adalah berziarah ke makam-makan pendahulu yang dianggap berjasa dalam menyebarkan Islam di Indonesia. Tapi ada kalanya mantan ketua umum PBNU ini memiliki maksud lain dalam berziarah.

Selasa, 15 Mei 2012

Manaqib Al Maghfurlah Al Habib Muhammad bin Salim bin Hafiz


Manaqib Al Maghfurlah Al Habib Muhammad bin Salim bin Hafiz


Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Abdullah bin Abu Bakar bin ‘Aydrus bin ‘Umar bin ‘Aydrus bin ‘Umar bin Abu Bakar bin ‘Aydrus bin Husein bin As-Syekh Al Kabir Al-Qutb As-Syahir Abu Bakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Sayyidina Syekh Al-Imam Al-Qutb Abdurrahman As-segaf bin Syekh Muhammad Maula Ad-Dawilayh bin Syekh Ali Shohibud Dark bin Sayyidina Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam muhammad bin Sayyidina Ali bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Sayyidina Al-Imam Kholi Qosam bin Sayyidina Alwi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As-Shouma’ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein. Rodiyallahu ‘Anhum Ajma’in.

Selain dikenal sebagai seorang pendidik yang ulung, beliau juga giat berdakwah menyeru orang-orang ke jalan Allah swt dan menyebarkan ilmu-ilmu syari’at. Prinsipnya dalam berdakwah, beliau tak kenal menyerah, bahkan siap mengorbankan jiwa, raga dan harta untuk meraih keridhaan Allah swt.
Habib Muhammad lahir di Misthoh, sebuah kampung kecil di pinggiran kota Tarim pada tahun 1332 H. Sedari kecil beliau telah mendapat pendidikan agama dan budi pekerti langsung dari ayahandanya, Habib Salim bin Hafidz. Wajarlah, ketika usianya tumbuh dewasa, pribadi Habib Muhammad dipenuhi budi pekerti dan sifat-sifat yang mulia.

Habib Umar bin Hafidz

Habib Umar bin Hafidz

Beliau dilahirkan sebelum fajar hari senin, 4 Muharram 1383 H / 27 Mei 1963M di Kota Tarim. Di kota yang penuh berkah inilah beliau tumbuh dan menerima didikan agama serta menghafal kitab suci al-Quran dalam keluarga yang terkenal iman, ilmu dan akhlak yang luhur. Guru pertamanya sudah tentu ayah beliau yaitu Habib Muhammad bin Salim yang juga merupakan Mufti Kota Tarim al-Ghanna itu
Nasab
Beliau adalah al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafiz putera dari Abd-Allah putera dari Abi Bakr putera dari‘Aidarous putera dari al-Hussain putera dari al-Shaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abd-Allah putera dari ‘Abd-al-Rahman putera dari ‘Abd-Allah putera dari al-Shaikh ‘Abd-al-Rahman al-Saqqaf putera dari Muhammad Maula al-Daweela putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib al-Mirbat putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi putera dari ‘Ubaidallah putera dari al-Imam al-Muhajir to Allah Ahmad putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali al-‘Uraidi putera dari Ja'far al-Sadiq putera dari Muhammad al-Baqir putera dari ‘Ali Zain al-‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah al-Zahra puteri dari Rasul Muhammad s.a.w.

Biografi Habib Munzir Al Musawwa

HABIB MUNZIR AL-MUSAWA
Berikut ini adalah biografi dari HABIB MUNZIR AL-MUSAWA yang dijelaskan oleh beliau.

"Ayah saya bernama Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatera selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana, beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas cianjur jawa barat."


Nama saya Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa, saya dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, pada hari jum'at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393H, setelah saya menyelesaikan sekolah menengah atas, saya mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma'had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bhs.Arab di LPBA Assalafy Jakarta timur, lalu memperdalam lagi Ilmu Syari?ah Islamiyah di Ma;had Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian saya meneruskan untuk lebih mendalami Syari;ah ke Ma;had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman, selama empat tahun, disana saya mendalami Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur;an, Ilmu hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, mahabbaturrasul saw, Ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.

Senin, 14 Mei 2012


Mutiara Hikmah Al Imam As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani-tentang Rasulullah SAW

“Sesungguhnya termasuk sesuatu yang seharusnya (kita) mengetahui dan mengajarkannya serta mencurahkan perhatian padanya adalah pembahasan tentang ilmu-ilmu kenabian dan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad Saw”.
“Sekalipun banyak para penulis telah memenuhi kitab-kitab mereka yang berjilid-jilid dengan mengungkap keutamaan Nabi Muhammad SAW tentunya mereka masih terlalu lemah dan tidak mampu untuk mengumpulkan semua (kemuliaan) yang ada pada diri beliau dari sifat-sifat mulia dan perkara-perkara yang baik lagi suci”.

Bentuk Tubuh Rosulullah SAW



“Rasulullah saw. bukanlah orang yang berperawakan terlalu tinggi, namun tidak pula pendek. Kulitnya tidak putih bule juga tidak sawo matang. Rambutnya ikal, tidak terlalu keriting dan tidak pula lurus kaku. Beliau diangkat Allah (menjadi rasul) dalam usia empat puluh tahun.
Beliau tingal di Mekkah (sebagai Rasul) sepuluh tahun dan di madinah sepuluh tahun. Beliau pulang ke Rahmatullah dalam usia enam puluh tahun. Pada kepala dan janggutnya tidak terdapat sampai dua puluh lembar rambut yang telah berwarna putih.” (diriwayatkan oleh Abu Raja’ Qutaibah bin Sa’id, dari Malik bin Anas, dari Rabi’ah bin Abi `Abdurrahman yang bersumber dari Anas bin Malik r.a)


Kesaksian Para Ulama Fikh Tentang Ulama Sufi 

Imam Abu Hanifa (81-150 H./700-767 CE)

Imam Abu Hanifa (r) (85 H.-150 H) berkata, "Jika tidak karena dua tahun, saya telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Ja'far as-Sadiq dan mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar". Ad-Durr al-Mukhtar, vol 1. p. 43 bahwa Ibn 'Abideen said, "Abi Ali Dakkak, seorang sufi, dari Abul Qassim an-Nasarabadi, dari ash-Shibli, dari Sariyy as-Saqati dari Ma'ruf al-Karkhi, dari Dawad at-Ta'i, yang mendapatkan ilmu lahir dan batin dari Imam Abu Hanifa (r), yang mendukung jalan Sufi." Imam berkata sebelum meninggal: lawla sanatan lahalaka Nu'man, "Jika tidak karena dua tahun, Nu'man (saya) telah celaka." Itulah dua tahun bersama Ja'far as-Sadiq


Mengenal HAbib Lutfi Bin Yahya

Al-Walid al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’Alawy Pekalongan, ulama yang diteladani semua umat muslim. ada banyak petuah dan nasehat dari beliau yang bisa kita ambil hikmahnya.

Al-Walid al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’Alawy Pekalongan, Ketua Jam'iyyah Ahlut Tariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMN), organisasi di bawah NU yang mengkoordinasi jemaah tarekat Mu'tabarah.

Seorang muslim agar mendapatkan keselamatan Insya ALLAH, di dalam agama, dunia dan akhirat haruslah memegang teguh beberapa prinsip ini.

Pegang teguh teladan salaf shalihin
Baik itu thariqah-nya, akhlaknya, amal salehnya. Pegang teguh dan kuat mantap, walaupun kamu sampai sulit dan kere (sangat miskin) tetaplah teguh memegang teladan Salaf Shalihin. Gigit kuat dengan gerahammu, jangan dilepas jika kamu ingin selamat dan mendapat ridho-Nya.


Mengenal Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (1)

Thoriqoh merupakan salah satu amaliyah keagamaan dalam Islam yang sebenarnya sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad SAW. Bahkan perilaku kehidupan Beliau sehari-hari adalah praktek kehidupan rohani yang dijadikan rujukan utama oleh para pengamal Thoriqoh dari generasi ke generasi sampai kita sekarang ini.
Thoriqoh adalah suatu praktek perbuatan untuk membersihkan hati dan membersihkan relung-relung dari karatnya kelalaian dan salah pahamnya kebutuhan. Relung-relung hati itu tidak bisa suci (bersih) kecuali dengan dzikir (ingat) kepada Allah dengan cara tertentu. Oleh karena itu wajib bagi setiap mu’min (orang Islam) setelah mengetahui ‘aqidatul ‘awam (50 sifat ; wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah dan para Rasulnya) dan pekerjaan-pekerjaan harian yang disyari'atkan Allah SWT., berupa sholat yang meliputi syarat-syarat, rukun-rukun dan hal-hal yang membatalkannya, zakat, puasa, dan haji untuk meningkatkan diri dan memasuki thoriqoh dzikir dengan cara khusus/tertentu.
KH. Habib Muhammad Luthfiy bin Ali bin Yahya


Mengenal Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (2)

Profil
Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah didirikan di tegalrejo magelang 20 rojab 1377 / 10 Oktober 1957.

TOKOH PENDIRI:
KH. Abdul Wahab Hasbullah
KH. Bisri Syamsuri
KH. Dr. Idham Cholid
KH. Masykur
KH. Muslih

TUJUAN ORGANISASI
-Mengusahakan berlakunya syari’at Islam dhohir batin dengan berhaluan ahlussunah wal-jamaah yang berpegang dari salah satu madzhab empat.
-Mempergiat dan meningkatkan amal sholeh dhohir dan batin menurut ajaran Ulama’ Sholihin dengan Bai’ah Shohihah.
-mengadakan dan menyelenggarkan pengajian khushushi / tawaj-juhan (majaalasatudzdzikri) dan nasril ulumunnafi’ah.


Download : MP3 Dialog Majalah Alkisah - Habib Lutfi bin Yahya



  1. dialog_alkisah_habib_luthfi_1.mp3
  2. dialog_alkisah_habib_luthfi_2.mp3
  3. dialog_alkisah_habib_luthfi_3.mp3
  4. dialog_alkisah_habib_luthfi_4.mp3
  5. dialog_alkisah_habib_luthfi_5.mp3
  6. dialog_alkisah_habib_luthfi_6.mp3
  7. dialog_alkisah_habib_luthfi_7.mp3
  8. dialog_alkisah_habib_luthfi_8.mp3
  9. dialog_alkisah_habib_luthfi_9.mp3
  10. Pertanyaan 1
  11. Pertanyaan 2
  12. Pertanyaan 3
  13. Pertanyaan 4
  14. Pertanyaan 5
  15. Pertanyaan 6
  16. Pertanyaan 7
  17. Pertanyaan 8
  18. Pertanyaan 9

Pengamalan Tasawuf Ala Al Habib Luthfi

Berikut ini petikan wawancara crew Habibluthfiyahya.net dengan Al Habib Luthfi bin Yahya. Dalam wawancara kali ini Al Habib menjelaskan bagaimana tasuf dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Apa pandangan-pandangan Al-Habib tentang tasawuf?

Tasawuf adalah pembersih hati. Dan tasawuf itu ada tingkatan-tingkatannya. Yang terpenting, bagaimana kita bisa mengatur diri kita sendiri. Semisal memakai baju dengan tangan kanan dahulu, lalu melepaskannya dengan tangan kiri.

Bagaimana kita masuk masjid dengan kaki kanan dahulu. Dan bagaimana membiasakan masuk kamar mandi dengan kaki kiri dulu dan keluar dengan kaki kanan. Artinya bagaimana kita mengikuti sunah-sunah Nabi. Itu sudah merupakan bagian dari tasawuf.


Tahapan Mengenal Allah Swt (intvw Hb Lutfi)

Berikut ini pandangan Al Habib Luthfi tentang tahapan mengenal Allah Swt. Hasil wawancara Crew habiblutfiyahya,net dengan beliau.

Hly.net: Bagaimana cara belajar mengenal Allah?
Al Habib: Kita mengenali tentang apa yang diciptakan oleh Allah terlebih dahulu. Dari mengenali ciptaanNya itulah, lantas kita mengenali siapa yang menciptakannya. Nah, disitulah kita akan melihat kebesaran-kebesaran Allah SWT yang ditunjukkan kepada kita semua.
Setelah kita sudah mengenalnya, lalu kita tingkatkan lagi. Sadarkah kita sebagai hamba, mengertikah kita sebagai hamba, tentang apa kewajiban kita sebagai seorang hamba? Lantas bagaimana seharusnya perilaku seorang hamba yang telah mengenal kepada Tuhannya? Setelah itu kita tingkatkan lagi ke atas. Kita ini sejatinya diundang oleh waktu. Maka kita harus menghormati waktu.


Nabi Tak Pernah Mengislamkan dengan Pedang

Wawancara Tempo dengan Habib Luthfi bin Ali bin Yahya:Murid Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, yang lebih dikenal sebagai Habib Luthfi Pekalongan, tersebar ke berbagai daerah—bahkan mancanegara. ”Enggak bisa ngitung lagi,” kata Ketua Jam’iyyah Ahlith ath-Thariqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah, perkumpulan tarekat yang diakui (mu’tabar) di bawah Nahdlatul Ulama, ini.
BILA jadwal pengajian tiba, seperti Reboan atau Jumat Kliwonan, ribuan orang datang ke Kanzus Shalawat (Gedung Shalawat), pusat kegiatan Tarekat Syadziliah, di Kampung Noyontaan, Pekalongan, Jawa Tengah, persis di tepi jalan raya lama Jakarta-Semarang. Banyak yang percaya Habib Luthfi bisa menjadi wasilah (penghubung) doa manusia kepada Tuhan.
Karisma Habib Luthfi pulalah yang membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri datang ke Kampung Noyontaan pada acara Maulid Nabi lalu. Perayaan Maulid merupakan puncak acara Tarekat Syadziliah karena mencakup 68 kegiatan di berbagai tempat di seantero Pekalongan, yang berlangsung selama hampir setengah tahun.



Peran Thoriqoh Dalam Membersihkan Hati

Habib Lutfi bin Yahya

Bila kita mau melihat lebih jauh tentang filosofis atau makna‘ Al Mudghoh’ yang di sebutkan pada bahasan sebelumnya ((ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب) [البخاري ومسلم]). Hati sering digunakan dengan maksud makna jiwa, dan hati yang bermakna liver. Untuk menggambarkan betapa pentingnya menjaga hati yang bermakna jiwa manusia saya akan menguraikan mudhgoh atau hati dalam hadis tersebut dengan makna liver. Ini analog saja untuk memudahkan pemahaman pada tujuan dari pembahasan kita ini.

Mudghoh atau hati letaknya di dalam tubuh manusia. Tubuh manusia membutuhkan perhatian yang serius. Perlu kita ketahui bahwa penyakit-penyakit manusia bersumberkan dari hati . baik dan tidaknya metabolism tubuh seseorang tergantung pada baik dan tidaknya darah darah orang tersebut. Dan darah itu akan menjadi baik dan tidak tergantung dua hal: